SEJARAH
Bermula dari binca-bincang akhirussanah di SMP MTA, Ibu Siti Zulaikha dan Ibu Fajriyah Kumalasari membicarakan mengenai majalah-majalah sekolah, majalah lain khususnya untuk anak-anak yang pada saat itu sangat minim, Bu Zul (paggilan Ibu Zulaikha) mengandaikan jika memiliki majalah sendiri untuk kaum ibu yang sesuai dengan tuntunan agama yang syar'i. Menanggapi hal itu, Bu Fajriyah justru mengusulkan untuk membuat majalah anak karena dirasa anak belum mendapat bacaan yang sesuai dengan umur mereka. Kesepakatan dari keduanya akhirnya membuat majalah bertajuk wanita dan anak-anak.
Membuat majalah tentu tidak mungkin jika hanya dilakukan berdua, akhirnya keduanya mencari partner yang dirasa cukup mengerti tentang Ilusrasi gambar, dan dipilihlah Ibu Rini, sedang untuk masalah agam khususnya tentang pengetahuan bahsa Arab dipilihlah Ibu Metri Handayani yang lulusan Pondok Modern Gontor. Sebuah majalah tentu harus memiliki penasihan dan pembimbing apalagi jika baru merintis majalah baru, maka perintisan itu memohon kepada Ibu Rayahu Utami sari dan Ibu Sapta Hariningsih untuk menyertai. Setelah beliau sanggup, dengan segala keterbatasan, tim yang berisikan empat orang itu sowan kepada Al-Ustadz Ahmad Sukina, memohon izin dan bila meridhai akan membuat majalah Al-Mar'ah (dulunya Al Mar'ati) kepada beliau. Untuk menyampaikan maksud tersebut tim empat ini menwakilkan Ibu Fajriyah yang "menghadap' beliau dan Al Ustadz mengizinkan.
Pembentukan pengurus dimulai, dan dalam perjalanannya sempat terjadi saling tunjuk karena tidak ada yang bersedia menjadi pemimpin mengingat tanggungjawabnya yang tidak kecil. Akhirnya dengan segala pertimbangan, termasuk salah satunya alasan latar belakang pendidikan yang berbeda, maka Ibu Metri yang lulusan Gontor terpilih menjadi pemimpin majalah, selain dari sikap rendah hati yang dimiliki oleh beliau. Jadilah majalah Al- Mar'ah sampai sekarang bersam perubahan-perubahan dan peningkatan dari tahun ke tahun.
Komentar
Posting Komentar